Netizen – Awal mula kemunculan hardisk dimulai pada tahun 1956, ketika IBM memperkenalkan RAMAC 305 yang menjadi cikal bakal dari harddisk pertama. Ukurannya besar dan beratnya mencapai 1 ton dengan kapasitas penyimpanan 5 megabyte.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Namun, karena harganya yang fantastis serta ukuran yang besar membuat harddisk ini hanya dapat dijangkau oleh kalangan elit dan lembaga-lembaga tertentu, Hard drive eksternal mulai digunakan pada akhir 1980-an, menawarkan kapasitas penyimpanan yang lebih besar dibandingkan sebelumnya. Seiring berjalannya waktu, kapasitas HDD eksternal meningkat dari beberapa GB hingga puluhan TB dengan konektivitas USB, Thunderbolt, dan eSATA untuk proses transfer yang lebih cepat.

Pada tahun 1980-an, harddisk mulai terjangkau oleh kalangan menengah kebawah. Seiring dengan munculnya PC dengan harga yang terjangkau, harddisk dengan kapasitas besar dan ukuran yang mulai lebih kecil tersedia bagi para pengguna rumahan.

Saat ini, perusahaan populer seperti Seagate dan Quantum mulai bertarung ketat dipasaran demi merebut hati para pengguna.

Saat ini, terdapat dua jenis harddisk, yaitu harddisk berbasis magnetic disk dan harddisk berbasis solid-state drive (SSD).

Harddisk berbasis magnetic disk menggunakan sistem piringan magnetis untuk menyimpan data, sedangkan harddisk berbasis SSD menggunakan chip flash memori yang lebih cepat dalam proses baca-tulis data.