Netizen – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menjadi sorotan netizen usai pernyataannya yang membandingkan harga beras di Indonesia dengan harga beras di Jepang.
Tak hanya membandingkan, Mentan juga menyindir masyarakat Indonesia yang menurutnya kerap mengeluh dengan kenaikan harga beras, di tengah kenaikan harga-harga kebutuhan pokok lainnya.
“Arahnya adalah kita ingin konsumen menikmati tetapi kesejahteraan petani harus terjaga,” ujar Amran.
Hal tersebut dia sampaikan di depan Ketua Komisi IV DPR Titiek Soeharto yang mana juga langsung dikomentari olehnya.
“Nggak bisa dibandingkan dengan Jepang, income per capita kita juga sudah lain Pak,” selanya.
Berdasarkan data SP2KP Kementerian Perdagangan, harganya telah naik selama sebulan terakhir, tepatnya pada periode 21 Juli-21 Agustus.
Harga beras medium naik 0,67 persen atau sebesar Rp 100 dari Rp 15.000 ke Rp 15.100. Sementara harga beras premium naik 0,60 persen atau sebesar Rp 100 dari Rp 16.700 ke Rp 16.800.
Sementara, untuk harga beras di Jepang sebenarnya kini telah mulai berangsur turun.
Pada Mei 2025, harga beras di Jepang sempat menyentuh 5.000 yen atau sekitar Rp 500 ribu per 5 kilogram.
Sedangkan pada 15 Juni 2025, harga beras di Jepang telah turun ke 3.920 yen atau sekitar Rp 400 ribu per 5 kilogram.
Untuk menstabilkan harga beras di pasaran. Diketahui, saat ini pemerintah sedang dalam proses penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sebanyak 1,3 juta ton selama Juli-Desember 2025.
Penyaluran Beras SPHP dilakukan oleh BULOG melalui tujuh saluran.
Ada pengecer di pasar rakyat, koperasi desa/kelurahan Merah Putih, serta outlet pangan binaan pemerintah daerah dan Gerakan Pangan Murah (GPM).
Lalu, ada juga melalui outlet BUMN, koperasi instansi pemerintah, Rumah Pangan Kita (RPK) BULOG, serta swalayan/toko modern.
Pernyataan Mentan tersebut pun langsung viral di media sosial dan memancing beragam komentar dari netizen.
Bahkan netizen menilai cara berpikir para pejabat negara saat ini tidak berpihak pada masyarakat.
“Kenapa otak-otak pejabat sekarang kosong semua? Nggak punya inovasi, mengenyangkan perut sendiri, dan selalu menyalahkan dan mengolok-mengolok rakyatnya??” komentar seorang netizen.
Ada juga netizen yang meminta kenaikan upah agar bisa setara dengan yang didapat warga Jepang.
“Kalau mau bandingkan dengan Jepang harusnya UMR juga kayak Jepang dong,” tulis netizen lainnya.
“Samakan kau sama Jepang? UMR-nya aja beda lho pak? Pajaknya aja beda,” sahut netizen lainnya.
“Ya berarti UMK se-Indonesia naikin setara jepang juga dong…,” timpal netizen lainnya.
Ada pula netizen yang meminta Menteri Pertanian untuk merasakan menjadi masyarakat biasa.
“Bapak coba deh cosplay jadi warga biasa. Dah tiga bulan aja. Pegang uang Rp 3 juta. Bareng istri anak. Menjerit nggak kira-kira?” sindir netizen lainnya.